Breaking News
random

Komando Pasukan Khusus

di
KOPASSUS atau Komando Pasukan Khusus 
Sebuah pasukan khusus yang dimiliki TNI yang masuk tiga besar pasukan Top Elit dunia merupakan pasukan yang mempunyai moto " Lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas " . Sekarang nama kesatuan kopassus sedang ramai dibicarakan berbagai media terkait penembakan terhadap 4 tahanan di LP Cebongan oleh segerombolan yang diperkirakan berjumlah 15-17 orang hingga keempat tersangka pengeroyokan sertu sentosa tewas .Semua berawal dari sebuah kejadian pengeroyokan oleh empat tersangka terhadap Sertu Santosa seorang anggota kopassus hingga tewas di Hugo's Cafe ( begitu banyak media menyebutkan ) , berbeda dengan pernyataan dari Pandam IV Dipenogoro , Mayjen TNI Hardiono Saroso " Dia ( sertu Santosa ) bukan anggota kopassus , tapi anggota kodam IV / Dipenogoro yang sedang bertugas " . sehingga banyak kalangan seolah anggota kopassus lah yang menembak mati keempat tersangka pembunuh sertu sentosa di LP cebongan karena alasan dendam. Dan sekarang Polri dan TNI tengah sibuk untuk mengungkap siapa pelaku penembakan di LP Cebongan. Tentunya kita berharap kasus nya cepat terungkap sehingga tidak terjadi kesimpang siuran.

Terlepas sedang ramainya Kesatuan KOPASSUS di berbagai media mungkin di antara sahabat ada yang belum tahu asal-usul kesatuan kebanggaan Indonesia ini
History :
Sejarah kelahiran Komando Pasukan Khusus sebagai satuan tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia, pada bulan Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelopok yang menamakan dirinya RMS (Republik Maluku Selatan). Pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerombolan tersebut. Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima tentara teritorium III Kolonel A.E Kawilarang, sedangkan sebagai Komandan Operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.
Operasi ini memang berhasil menumpas gerakan pemberontakan, namun dengan korban yang tidak sedikit dipihak TNI. Setelah dikaji ternyata dalam beberapa pertempuran, musuh dengan kekuatan yang  relatif lebih kecil sering kali mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar. Hal ini ternyata bukan hanya  disebabkan semangat anggota pasukan musuh yang lebih tinggi atau perlengkapan yang lebih lengkap, namun juga taktik dan pengalaman tempur yang baik didukung kemampuan tembak tepat dan gerakan perorangan.
Peristiwa inilah yang akhirnya mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk mempelopori pembentukan suatu satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan yang bagaimanapun beratnya. Setelah gugurnya Letkol slamet Riyadi pada salah satu pertempuran A.E Kawilarang.
Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/ Inst / PDS /52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah KESATUAN KOMANDO TERITORIUM III yang merupakan cikal bakal “ Korps Baret Merah ”. Sebagai Komandan pertama dipercayakan kepada Mayor Mochamad Idjon Djanbi, mantan Kapten KNIL yang pernah bergabung dengan Korps Special Troopen dan pernah bertempur dalam perang dunia II.
Dalam perjalanan selanjutnya satuan ini beberapa kali mengalami perubahan nama diantaranya Kesatuan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada tahun 1953, Resimen Pasukan  Komando Angkatan Darat) pada tahun 1952, selanjutnya pada tahun 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Pada tahun 1966 satuan ini kembali berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (PUSPASSUS TNI AD), berikutnya pada tahun 1971 nama satuan ini berganti menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (KOPASSANDHA). Pada Tahun 1985 satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) sampai sekarang.
Setelah beberapa kali mengalami perubahan dalam organisasi, sesuai Surat Panglima TNI Nomor : B/563-08/05/06/ SRU tanggal 23 Maret 2001, maka struktur organisasi Kopassus saat ini terdiri dari :
-    Makopassus, berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Pataka  “ TRIBUANA CHANDRACA
     SATYA DHARMA”.
-    Grup-1/ Parako,   berkedudukan   di Serang dengan sesanti Dhuaja “ EKA WASTU BALADIKA ”.
-    Grup-2/ Parako, berkedudukan di Solo dengan sesanti Dhuaja “ DWI DHARMA BIRAWA YUDHA”.
-    Grup-3/Sandha, berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja “ CATUR  KOTTAMAN  WIRA  
      NARACA  BYUHA ”.
-    Pusdikpassus, berkedudukan di Batujajar dengan sesanti Sempana “ TRI YUDHA SAKTI ”.
-    Satuan-81/Gultor berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja “ SIAP SETIA BERANI “.
( www.kopssus.mil.id )

Artikel Menarik Lainnya :