Mau dibawa kemana Djohar ???

Mau dibawa kemana johar ?? itu mungkin kalimat yang tepat untuk kepemimpinan Djohar Arifin atas ketua umum PSSI yang semakin hari semakin semerawut dan tidak punya masa depan.

Seperti yang dikabarkan Okezone.com


Entah apa yang ada di pikiran Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin ketika pada Kamis (7/2/2013) siang, memperkenalkan Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, meski tak secara jelas menyebut pencopotan Nilmaizar.

Banyak hal ganjil dalam pengangkatan sepihak yang dilakukan Djohar, apalagi penunjukkan Blanco sebagai pelatih kepala juga langsung dibantah dua anggota Exco PSSI, Bob Hippy dan Sihar Sitorus, dan menganggap pelatih Timnas masih Nilmaizar.

Hal ganjil pertama, penunjukkan Blanco yang dilakukan Djohar tidak melalui mekanisme seharusnya, yakni lewat persetujuan rapat anggota Exco PSSI. Kedua, pernyataan Djohar yang mengatakan gaji Blanco akan dibayar pihak ketiga, atau artinya kontrak pelatih asal Argentina itu bukan dengan PSSI. Terakhir, tentu saja pihak ketiga yang dimaksud Djohar yang terkesan ditutup-tutupi.

Dalam perkenalan Blanco pada media, Djohar memang tidak didampingi satu pun anggota Exco PSSI lainnya, termasuk penanggung jawab Timnas, Bernhard Limbong dan Koordinator Timnas, Bob Hippy. Dua sosok yang seharusnya wajib ikut ambil bagian mengingat jabatan yang mereka emban.

Lagipula, Nilmaizar dan asistennya, Fabio Oliviera sudah enam bulan tidak digaji oleh PSSI. Dengan kondisi seperti itu, mantan pelatih Semen Padang tersebut tetap rela memimpin latihan Andik Vermansyah cs, termasuk dengan situasi tidak kondusif sepakbola nasional selama ini. Dengan apa yang telah dilakukan Nil, kemudian Djohar dengan sponsor baru langsung ingin mendepak pelatih berusia 43 tahun ini.

Spekulasi kian liar saat Djohar mengatakan ada pihak ketiga yang membayar gaji Blanco, tapi enggan menyebut nama siapa sosok tersebut. Kehadiran Duta Besar Argentina, Javier Augusto Sanz sedikit memberikan sinyal bahwa ini ada kaitannya dengan pemerintah Argentina. Seperti diketahui, 17 Januari lalu Presiden Argentina Cristina Elisabet Fernandez De Kirchner mengunjungi Tanah Air untuk menyepakati peningkatan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia.

Adakah dorongan dari Pemerintah Indonesia sendiri dalam penunjukkan sepihak Blanco oleh Djohar? Apakah lagi-lagi politikus kembali masuk ke ranah sepakbola Tanah Air, setelah sebelumnya PSSI juga mengangkat Bupati Sarmi, Mesak Manibor sebagai manajer Timnas.

Mengapa Djohar terkesan bertindak sendiri, seolah memanfaatkan jabatannya sebagai orang nomor satu di PSSI tanpa memedulikan mekanisme. Siapa yang melatarbelakangi sikap arogan Djohar? Adakah intervensi dari pihak luar? Apakah PSSI tidak lagi mampu membayar gaji pelatih sehingga membutuhkan pihak ketiga? Padahal, saat baru terpilih sebagai Ketum PSSI, Djohar berjanji akan transparan mengenai kebijakan induk organisasi sepakbola Tanah Air itu, termasuk masalah keuangan di mana akan dipublikasikan setiap enam bulan.   

Sejumlah pertanyaan layak dilontarkan kepada Djohar, apalagi dia sendiri menutup-nutupi pihak ketiga yang dimaksud, dan mengelak untuk menjawab ketika ditanya. Rumor yang beredar, politikus dan pengusaha asal Kalimantan Timur adalah pihak ketiga yang dimaksud Djohar, tapi isu ini belum bisa dipastikan kebenarannya.


Artikel Menarik Lainnya :